Selasa, 11 Februari 2014
Saudara saudaraku di Timor Leste

Timor Leste menyatakan diri independen pada 28 November 1975 setelah 455 tahun dijajah Portugal. Sembilan hari kemudian, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memasuki wilayah Timor Leste. Pada Juli 1976 daerah ini dinyatakan sebagai bagian dari Indonesia dengan nama Propinsi Timor Timur. Timor bagian barat telah menjadi bagian Indonesia sejak zaman Belanda dan ketika Portugis meninggalkan Timor Leste, pemerintah Indonesia menentang kemerdekaan Timor Leste. "Konflik" yang berlangsung selama 24 tahun terakhir resmi 20 Desember 2002 saat Timor Leste dinyatakan resmi merdeka sebagai negara sendiri.
Meskipun terjadi kekacauan yang panjang di Timor Leste, menurut saya yang membuat Timor Leste spesial adalah orang-orangnya. Mereka adalah orang-orang luar biasa dan sangat ramah, sepertinya tidak ada kebencian terhadap Portugal ataupun Indonesia. Saya jadi kepo dan doyan ngobrol dengan mereka karena pengen tahu apa yang mereka rasakan tentang negara mereka sendiri setelah merdeka.
Obrolan pertama saya dengan orang Timor Leste adalah dengan Shalih, cowok berusia 24 tahun yang bekerja di salah satu maskapai penerbangan nasional. Tidak seperti orang Timor pada umumnya, dia fasih berbicara Bahasa Indonesia dengan logat Jakarta yang kental. Ketika dia berusia satu tahun, ayahnya adalah seorang Fretilin yang bergerilya di hutan. Karena takut keselamatan Shalih terancam, ayahnya menaruh Shalih di dalam kotak karton di tepi sungai disertai surat dan berharap ada yang memungut anaknya. Kemudian, Shalih ditemukan oleh seorang TNI yang membawanya ke Jakarta dan mengadopsinya. Ketika Timor Leste memperoleh kemerdekaannya, ayah kandungnya kembali dari tempat persembunyiannya ke Dili. Dengan bantuan dari ICRC (Palang Merah Internasional), ayah kandungnya bertinjauan menemui Shalih di Jakarta pada 2002. Setelah lulus dari universitas, Shalih kembali ke Dili untuk bersatu kembali dengan keluarga kandungnya dan namanya diubah dari Shalih Rahman menjadi Benvindo Aze Descartes. “Sekarang saya punya dua keluarga. Kalau di Timor saya tinggal dengan keluarga kandung saya. Kalau di Jakarta saya tinggal dengan keluarga angkat saya. Kedua keluarga menjadi sahabat satu sama lain sampai sekarang,” kata Shalih. Wah, kisahnya cocok jadi sinetron banget.
Saya baru sadar bahwa pembentukan negara baru dengan perubahan bahasa juga mempengaruhi masyarakatnya. Ketika Shalih kembali ke Timor Leste, dia memutuskan untuk bekerja di perusahaan Indonesia karena tidak bisa berbahasa Portugis maupun Tetun (bahasa Timor). Tantangan bahasa tersebut juga dialami oleh Tanju, cowok 22 tahun asal Maliana yang putus sekolah saat kelas 6 SD. Dia kurang setuju Timor Leste merdeka karena alasan yang sangat sederhana. “Sangat sulit untuk berbicara bahasa Portugis dab Tetun karena saya sendiri berbicara bahasa Buna (salah satu bahasa daerah Timor). Belajar bahasa Indonesia sangat mudah dibandingkan Portugis. Selama hidup saya sudah mendengarkan lagu-lagu Indonesia. Mungkin kalau ada lagu-lagu Portugis, saya bisa belajar lebih cepat”.
Sebaliknya Abilio, cowok 23 tahun asal Ermera yang lulusan SMP, sangat pro Indonesia sesederhana karena, “ Produk Indonesia jauh lebih baik daripada negara lain. Celana jin dan sepatu saya buatan Indonesia, kualitasnya sangat bagus”. Menurut kecintaannya terhadap produk Indonesia, ia selalu memutuskan bekerja dengan orang Indonesia dan bahkan ingin menikahi gadis Indonesia. “ Saya tidak mendukung kemerdekaan karena orang-orang byang menginginkan kemerdekaan hanyalah para politikus. Kami orang biasa sebenarnya tidak peduli siapa yang mengatur negara selama kami bisa makan. Tapi buktinya, setelah merdeka kami semakin miskin karena tidak mampu dengan diberlakukannya dolar Amerika Serikat. Semuanya menjadi sangat mahal, terutama ketika PBB datang” jelas Abilio.
Seberapa buruk ekonomi di Timor Leste setelah kemerdekaan? Saya ngobrol dengan Felix, pria berusia 45 tahun Maubara yang mata pencahariannya beternak. “Ini babi dulu dijual Rp.5000,00 (50 sen US$), tapi sekarang harganya US$ 50. Tapi, dengn US$ 50 tidak cukup untuk membiayai seluruh keluarga, semua habis sebelum satu bulan. Beras, makanan, dan listrik sangat mahal sekarang. Saya tidak tahu mengapa saya merasa kaya sebelum dolar diterapkan,” katanya sedih. Duh, saya benar-benar tidak yahu harus berkata apa lagi, saya bahkan tidak bisa membeli babinya.
Sebaliknya, saya ngobrol dengan Abdul, pria berusia 52 tahun, seorang pria Indonesia asal Jakarta yang bekerja sebagai koki di sebuah restoran di Dili. Karena masalah pribadi, ia melarikan diri ke Timor Leste pada 2005. Dengan 20 tahun pengalamannya bekerja di hotel dan kapal pesiar, ia memutuskan untuk mencari kesempatan di Timor Leste karena merupakan negara baru dan tidak jauh dari Indonesia. “Saya dapat uang dalam Dolar Amerika sehingga dapat nabung lebih banyak untuk membelanjakannya di Indonesia. Di sini gampang dapat uang. Para staf PBB doyan makan siang di sini, meskipun di sini sitemnya US$ 1 per piring, pada akhirnya mereka membayar US$ 10 per orang karena saya membuat hidangan dalam porsi kecil dan tidak termasuk minuman,” jelasa Abdul cekikian. Dia berencana membuka sebuah ballroom untuk pesta atau pernikahan karena banyaknya permintaan. Dia juga berencana melepaskan kewarganegaraan Indonesia. “Kalau saya memiliki Paspor Timor Leste, saya bisa dengan mudah bekerja dan bisa jalan-jalan keliling Eropa,” tambahnya.
Saya baru sadar bahwa pembentukan negara baru dengan perubahan bahasa juga mempengaruhi masyarakatnya. Ketika Shalih kembali ke Timor Leste, dia memutuskan untuk bekerja di perusahaan Indonesia karena tidak bisa berbahasa Portugis maupun Tetun (bahasa Timor). Tantangan bahasa tersebut juga dialami oleh Tanju, cowok 22 tahun asal Maliana yang putus sekolah saat kelas 6 SD. Dia kurang setuju Timor Leste merdeka karena alasan yang sangat sederhana. “Sangat sulit untuk berbicara bahasa Portugis dab Tetun karena saya sendiri berbicara bahasa Buna (salah satu bahasa daerah Timor). Belajar bahasa Indonesia sangat mudah dibandingkan Portugis. Selama hidup saya sudah mendengarkan lagu-lagu Indonesia. Mungkin kalau ada lagu-lagu Portugis, saya bisa belajar lebih cepat”.
Sebaliknya Abilio, cowok 23 tahun asal Ermera yang lulusan SMP, sangat pro Indonesia sesederhana karena, “ Produk Indonesia jauh lebih baik daripada negara lain. Celana jin dan sepatu saya buatan Indonesia, kualitasnya sangat bagus”. Menurut kecintaannya terhadap produk Indonesia, ia selalu memutuskan bekerja dengan orang Indonesia dan bahkan ingin menikahi gadis Indonesia. “ Saya tidak mendukung kemerdekaan karena orang-orang byang menginginkan kemerdekaan hanyalah para politikus. Kami orang biasa sebenarnya tidak peduli siapa yang mengatur negara selama kami bisa makan. Tapi buktinya, setelah merdeka kami semakin miskin karena tidak mampu dengan diberlakukannya dolar Amerika Serikat. Semuanya menjadi sangat mahal, terutama ketika PBB datang” jelas Abilio.
Seberapa buruk ekonomi di Timor Leste setelah kemerdekaan? Saya ngobrol dengan Felix, pria berusia 45 tahun Maubara yang mata pencahariannya beternak. “Ini babi dulu dijual Rp.5000,00 (50 sen US$), tapi sekarang harganya US$ 50. Tapi, dengn US$ 50 tidak cukup untuk membiayai seluruh keluarga, semua habis sebelum satu bulan. Beras, makanan, dan listrik sangat mahal sekarang. Saya tidak tahu mengapa saya merasa kaya sebelum dolar diterapkan,” katanya sedih. Duh, saya benar-benar tidak yahu harus berkata apa lagi, saya bahkan tidak bisa membeli babinya.
Sebaliknya, saya ngobrol dengan Abdul, pria berusia 52 tahun, seorang pria Indonesia asal Jakarta yang bekerja sebagai koki di sebuah restoran di Dili. Karena masalah pribadi, ia melarikan diri ke Timor Leste pada 2005. Dengan 20 tahun pengalamannya bekerja di hotel dan kapal pesiar, ia memutuskan untuk mencari kesempatan di Timor Leste karena merupakan negara baru dan tidak jauh dari Indonesia. “Saya dapat uang dalam Dolar Amerika sehingga dapat nabung lebih banyak untuk membelanjakannya di Indonesia. Di sini gampang dapat uang. Para staf PBB doyan makan siang di sini, meskipun di sini sitemnya US$ 1 per piring, pada akhirnya mereka membayar US$ 10 per orang karena saya membuat hidangan dalam porsi kecil dan tidak termasuk minuman,” jelasa Abdul cekikian. Dia berencana membuka sebuah ballroom untuk pesta atau pernikahan karena banyaknya permintaan. Dia juga berencana melepaskan kewarganegaraan Indonesia. “Kalau saya memiliki Paspor Timor Leste, saya bisa dengan mudah bekerja dan bisa jalan-jalan keliling Eropa,” tambahnya.
Ah, saya bersyukur telah memiliki kenangan baru terhadap Timor Leste. Sebelumnya, saya hanya mendengar desas-desus, menonton berita, dan melihat gambar. Tapi sejak saat itu saya bisa tersenyum. Saya percaya bahwa apapun yang saya alami dalam beberapa hari hanyalah awal dari sebuah bangsa yang besar.
Sumber: Tulisan Trinity dalam The Naked Traveler 3.
Senin, 10 Februari 2014
MP mohon mahkamah perintah SPR jelas pemilih hilang
|
Ahli parlimen Klang memfailkan permohonan semakan kehakiman agar mahkamah memerintahkan Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) menjawab pertanyaannya berkenaan daftar pemilih kawasan beliau.
Menurut Charles Santiago, permohonan itu difailkan di Mahkamah Tinggi Shah Alam pagi tadi untuk menuntut SPR menjelaskan kehilangan 3,457 pemilih dan perpindahan keluar 2,195 pemilih daripada parlimen P110 Klang.
Menurutnya, 3,457 nama pemilih dikeluarkan terus daripada daftar pemilih untuk penggal keempat dan 2,195 nama pemilih ditukar tempat pengundiannya tanpa pengetahuan mereka.
Perkara itu dakwanya dikesan selepas pilihan raya umum 2008.
Beliau turut memohon penjelasan SPR berhubung kewujudan 61 orang terdiri daripada seorang Cina, 13 orang India dan 47 orang Melayu dalam satu rumah beralamat 994, Jalan Papan, Pandamaran.
Menurutnya, nama itu tidak terdapat dalam senarai pemilih tambahan yang diwartakan pada suku ketiga 2012 tetapi dikesan dalam senarai pemilih bagi suku keempat 2012.
Menurutnya, beliau telah menulis surat bertarikh 21 Disember 2012 dan dihantar secara serahan tangan kepada SPR pada 24 Disember bagi menuntut penjelasan.
Namun katanya, SPR masih belum membalas surat itu walau pun dua bulan telah berlalu daripada tarikh ia dihantar.
Tambahnya, SPR hanya menelefon beliau dan memaklumkan mereka tidak dapat meneliti pertanyaannya kerana juruteknik yang menjaga pengkalan data SPR kini menghadiri pendengaran RCI Sabah.
"Kita kini hanya tinggal dua bulan sahaja lagi sebelum pilihan raya umum diadakan dan ini tidak adil buat mereka yang tidak dapat mengundi kelak," katanya.
Awal Januari lalu, Charles dilaporkan memohon SPR menjelaskan perbezaan seramai 6,245 orang pemilih bagi statistik rasmi pemilih sehingga penggal ketiga 2011 yang berbeza di antara jumlah rasmi dan pecahan mengikut kaum.
Menurut Charles Santiago, permohonan itu difailkan di Mahkamah Tinggi Shah Alam pagi tadi untuk menuntut SPR menjelaskan kehilangan 3,457 pemilih dan perpindahan keluar 2,195 pemilih daripada parlimen P110 Klang.
Beliau turut memohon penjelasan SPR berhubung kewujudan 61 orang terdiri daripada seorang Cina, 13 orang India dan 47 orang Melayu dalam satu rumah beralamat 994, Jalan Papan, Pandamaran.
Menurutnya, nama itu tidak terdapat dalam senarai pemilih tambahan yang diwartakan pada suku ketiga 2012 tetapi dikesan dalam senarai pemilih bagi suku keempat 2012.
Menurutnya, beliau telah menulis surat bertarikh 21 Disember 2012 dan dihantar secara serahan tangan kepada SPR pada 24 Disember bagi menuntut penjelasan.
Namun katanya, SPR masih belum membalas surat itu walau pun dua bulan telah berlalu daripada tarikh ia dihantar.
Tambahnya, SPR hanya menelefon beliau dan memaklumkan mereka tidak dapat meneliti pertanyaannya kerana juruteknik yang menjaga pengkalan data SPR kini menghadiri pendengaran RCI Sabah.
"Kita kini hanya tinggal dua bulan sahaja lagi sebelum pilihan raya umum diadakan dan ini tidak adil buat mereka yang tidak dapat mengundi kelak," katanya.
Awal Januari lalu, Charles dilaporkan memohon SPR menjelaskan perbezaan seramai 6,245 orang pemilih bagi statistik rasmi pemilih sehingga penggal ketiga 2011 yang berbeza di antara jumlah rasmi dan pecahan mengikut kaum.
Minggu, 09 Februari 2014
3 Pohon Aneh Dan Tertua Di Dunia
3 pohon aneh dan tertua di dunia - bumi sejak jutaan tahun lamanya telah dihuni oleh makhluk hidup mulai dari manusia, hewan dan tumbuhan. Biasanya yang kita ketahui dan yang umum dibahas adalah sejarah panjang manusia dan hewan mulai dari manusia purba, dinosaurus hingga sampai menuju tahap manusia modern saat ini.
Seringkali kita melupakan bahwa ada salah satu makhluk hidup yang memiliki peranan penting yang juga telah lama menghuni bumi. Makhluk tersebut adalah tumbuhan. Di dunia ini masih terdapat setidaknya 3 pohon yang dianggap paling tua dan juga uniknya, selain tua pohon ini berbentuk unik atau tidak seperti pohon pada umumnya. Benarkah ketiga pohon ini berasal dari jaman prasejarah? berikut informasi mengenai 3 pohon aneh dan tertua di dunia.
Seringkali kita melupakan bahwa ada salah satu makhluk hidup yang memiliki peranan penting yang juga telah lama menghuni bumi. Makhluk tersebut adalah tumbuhan. Di dunia ini masih terdapat setidaknya 3 pohon yang dianggap paling tua dan juga uniknya, selain tua pohon ini berbentuk unik atau tidak seperti pohon pada umumnya. Benarkah ketiga pohon ini berasal dari jaman prasejarah? berikut informasi mengenai 3 pohon aneh dan tertua di dunia.
1. Bristlecone Pine 4200 tahun

Pohon cemara atau pine (pinus ) merupakan pohon dari family Pinaceae yang bisa kita temukan di mana saja dan kapan saja asalkan daerah itu tanahnya berpasir berkapur , banyak air ataupun yang mempunyai kadar keasaman cukup tinggi. Kita bisa menemukan pohon ini mulai dari Siberia, Skotlandia, Norwegia, kepulauan Canary, Filipina, pegunungan Himalaya sampe ke pelosok New Zealand, Brazil dan Chili.
Pohon ini memang tenar karena selain dapat hidup dimana-mana juga mempunyai daya jual yang sangat tinggi dalam industri perkayuan. Semua bagian pohon cemara bisa dimanfaatkan mulai dari kayu,getah , ranting,biji hingga daunnya mempunyai kegunaan yang bernilai ekonomi aliasnya pohon ini komersil banget
Pohon cemara adalah salah satu pohon yang berumur panjang karena bisa mencapai umur sekitar 100-1000 tahun dan bahkan mencatat rekor menjadi pohon tertua di dunia melalui cemara dari spesies Great Basin Bristlecone Pine ( Pinus longaeva ) yang di tahun 2008 ini berumur 4840 tahun!!! Pohon ini tingginya antara 3-80 meter tetapi rata-rata tingginya 15-45 meter. Pohon tertinggi dari spesies Sugar Pine sedangkan yang terpendek adalah cemara Potosi Pinyon dan Siberian Dwarf Pine
2. Jomon Sugi 2000-7000 tahun

menurut wikipedia, Jomon sugi adalah pohon cemara tertua di Jepang ditemukan pada tahun 1968, dengan tinggi 25,3 meter dengan volume 300 m kubik diperkirakan usianya antara 2000 – 7200 tahun terletak di Pulau Yakushima bagian paling utara Jepang 40 menit dengan pesawat dari Bandar Udara Kagoshima.
3. Spruce Ione Norwegia 9550 tahun

Tingginya hanya 4 meter, namun sebatang pohon sejenis cemara, yang masih hidup di Swedia, diketahui berusia 9.550 tahun. Hidup sejak akhir zaman es, pohon tersebut tercatat sebagai yang tertua di dunia saat ini.
Spesies pohon spruce Ione Norwegia ini ditemukan tahun 2004. para peneliti menemukannya di sekitar semak-semak pegunungan pada ketinggian 910 meter di Provinsi Dalarna, Swedia. Pohon ini tidak langka karena penduduk sering menggunakan sebagai pohon Natal.
“Usianya yang sangat panjang kemungkinan besar dipicu emampuannya mengkloning diri sendiri,” ujar Leif Kullman, profesor eologi dan lingkungan hidup di Universitas Umea, Swedia. Batang dan rantingnya memang diketahui dapat bertahan hidup hingga 600 tahun. Kullman menjelaskan, saat batangnya mati, batang baru akan dibentuk dari akarnya sehingga umurnya menjadi sangat panjang.
Pohon ini lebih tua dari pinus Bristlecone di White Mountain California yang hanya berusia 5000 tahun. Pinus Bristlecone tertua hanya bertahan hidup hingga 7.500 tahun namun tumbuh menjulang hingga 150 meter. Jika umur pinus Bristlecone diukur dari garis pohon di rantingnya yang dipantau setiap tahun, umur cemara di Swedia diukur dari jejak radiokarbon di akarnya.
Kullman menyatakan pohon yang usianya lebih tua dari 9.550 tahun bisa dikatakan mustahil. Sebab, seluruh wilayah Swedia kemungkinan masih diliputi es saat itu
Demikianlah informasi mengenai 3 pohon aneh dan tertua di dunia. Semoga menambah wawasan dan bermanfaat. 4.5
Sabtu, 08 Februari 2014
‘Inilah jaminan hidup saya’
Mengenali wanita ini 10 tahun yang lalu dan sekarang, banyak perbezaannya. Jika dulu, dia sama seperti remaja lain yang memburu cita-cita menjadi anak seni. Kini ibu kepada dua cahaya mata itu mampu berbangga dengan empat perniagaan tinjauan usahanya sendiri.
Justeru, kesibukan mengendalikan empat perniagaan itu menjadi sebab mengapa wajahnya semakin jarang dapat kita tatap di kaca televisyen dan layar perak.
Meskipun lakonan dan pengacaraan bukan lagi tumpuan utamanya sekarang, namun kecintaannya terhadap seni belum sedia dilepaskan.
Dalam kesibukan mengendalikan keluarga dan perniagaannya, Serina Redzuawan, 30, masih aktif berkarya.

“Kali terakhir saya ‘shooting’ bulan April lalu. Terus-terang, memang rindu hendak masuk set penggambaran tetapi saya terlalu sibuk untuk berbuat demikian. Kalau boleh saya benarkan diri saya untuk terbabit pun, bukanlah untuk tempoh penggambaran yang lama. Jika masa tidak panjang bolehlah dipertimbangkan.
“Perniagaan yang saya usahakan iaitu Cosway Farmasi, Restoran Char Koay Teow Simply Delicious bersama sahabat saya, Anggun Serina dan produski YKS Film Makers Sdn Bhd memerlukan komitmen dan perhatian yang tinggi daripada saya.
Jumat, 07 Februari 2014
GAMBAR Surau Kontroversi Sudah Dirobohkan

SURAU kontroversi di Tanjung Sutera Resort di Sedili Besar, Kota Tinggi Johor sudah pun dirobohkan sekaligus menyelesaikan isu penggunaan surau itu oleh penganut agama Buddha pada hari raya Aidilfitri kedua lalu.
Gambar yang diperoleh menunjukkan jentolak merobohkan sisa-sisa bangunan surau itu yang masih tinggal.
Terdahulu, Majlis Daerah Kota Tinggi (MDKT) mengarahkan pihak Tanjung Sutera Resort supaya merobohkan suraunya yang menjadi tempat meditasi sekumpulan penganut Buddha, dalam masa 21 hari, bermula 21 Ogos lepas.
Arahan itu disampaikan dalam notis bertarikh 20 Ogos 2013 yang ditampal di pintu masuk surau tengah hari ini, yang ditandatangani Pengerusi MDKT, Hasrin Kamal Hashim.
Alasan diberikan, pembinaan surau itu menyalahi Seksyen 70 Akta Parit, Jalan dan Bangunan 1974 kerana dibina tanpa kebenaran bertulis majlis daerah.
Notis itu juga menyatakan pihak resort akan dibawa ke mahkamah jika gagal berbuat demikian atau menanggung kos merobohkannya yang akan dilakukan oleh majlis daerah.
“Tuan adalah dengan ini diberitahu supaya meruntuhkan bangunan itu dari tempoh 21 hari dari tarikh notis ini diterima,” notis itu dipetik.
Seorang pekerja resort yang ditemui menjelaskan beliau menerima notis itu dari pihak MDKT yang hadir ke surau itu tengah hari tadi.
Surau berkenaan menjadi isu panas apabila ada pengunjung yang ingin menunaikan solat ternampak beberapa orang penganut agama Buddha beserta sami mereka menjalankan ritual keagamaan di dalam surau berkenaan sekaligus satu kesalahan.
OLEH : KUMBANG WIRA
Kamis, 06 Februari 2014
Penyelidik UKM Temui Spesies Baharu Rafflesia

Sekumpulan penyelidik dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menemui spesies baharu bunga Pakma atau Rafflesia di Hutan Simpan Gunung Benom, Raub, Pahang.
Kumpulan penyelidik diketuai Prof Dr Jumaat Adam telah melakukan kajian terhadap bunga itu sejak dua tahun lepas namun hanya disahkan sebagai penemuan spesies baharu pada September lalu.
Dr Adam berkata perbezaan bunga tersebut dengan rafflesia yang lain adalah corak pada kelopak dan tetingkap bunga berkenaan iaitu coraknya lebih rapat dan bilangan bintil putih pada kelopak lebih banyak berbanding Rafflesia Azlanii.
“Bunga ini diberikan nama Rafflesia Sharifah-Hapsahiae sempena nama Naib Canselor UKM Tan Sri Dr Sharifah Hapsah Syed Hasan Shahabudin yang sentiasa menyokong dan memberi galakan dalam menjalankan penyelidikan ini,” katanya kepada pemberita pada majlis makan malam Kongres Penyelidikan dan Inovasi UKM, di sini malam tadi.
Dr adam yang telah melakukan kajian terhadap bunga Rafflesia sejak tahun 1992 berkata bunga ini adalah bunga Rafflesia yang kelima direkodkan di Semenanjung, kesembilan di Malaysia dan yang ke-32 di dunia.
Beliau berkata kumpulannya kini menjalankan kajian di lokasi yang lain tentang bunga itu. – Bernama
Rabu, 05 Februari 2014
Yana Samsudin utamakan penjagaan badan
.jpg)
Yana Samsudin
NAMA Yana Samsudin sememangnya tidak perlu diperkenalkan lagi. Setelah lebih 10 tahun berkecimpung dalam bidang seni, nama Yana kian dikenali ramai.
Apatah lagi, lakonannya sebagai Manja atau Kak Yong dalam filem Bini-Biniku Gangster serta watak Wawa dalam filem Adnan Sempit berjaya melonjakkan nama anak kelahiran Yong Peng, Johor ini.
Tidak hanya berbakat dalam bidang lakonan dan nyanyian, ramai peminat setia Yana begitu kagum dengan kecantikan yang dimiliki oleh Yana, biarpun wanita ini bakal menginjak ke usia 30 tahun, tahun depan.
Bukan sahaja mempunyai bentuk badan yang ramping, kulit dan wajah Yana juga sentiasa kelihatan cantik dan mulus.
Ikuti rahsia wanita yang lahir pada 25 September 1984 ini mengenai penjagaan tubuh dan kesihatan.
Apa pendapat Yana mengenai kesihatan?
Bagi saya, kesihatan adalah gabungan kecergasan dan diet seimbang. Ia bermula daripada kekuatan mental dan fizikal kita. Hidup juga harus sentiasa positif dan bijak mengekalkan keseimbangan antara emosi dan beban kerja. Selain aktiviti kecergasan, saya menganggap kerja sebagai satu terapi bagi menggelakkan stres.
Bagaimana pula cara Yana menjaga kecergasan badan?
Saya suka berjoging dan apabila mempunyai masa terluang, saya akan keluar berjoging. Paling sikit saya akan berlari sehingga 2.2 kilometer (km), tetapi biasanya saya akan sasarkan untuk mencapai 8.8km. Selain itu saya juga sukakan yoga kerana ia membantu saya menurunkan berat badan. Saya hanya bergurukan VCD di rumah sahaja dan banyak pergerakan yoga yang sudah saya pelajari.
Selain berjoging dan yoga, adakah Yana amalkan diet?
Ya dan saya amalkan pengambilan detoks. Katakan saya mahu turunkan berat badan, saya hanya akan makan buah tembikai dan oren yang dipotong. Ia akan menjadi makanan utama saya dari pagi hingga malam. Selain itu saya akan minum banyak air dan makan sayur, tapi jangan terkejut ya, saya boleh turun sehingga lima kilogram dalam masa seminggu selepas mengamalkan pemakanan sebegitu.
Sejak kebelakangan ini, Yana kelihatan semakin cantik dan berseri-seri. Boleh kongsi rahsianya?
Untuk pengetahuan semua, saya sebenarnya cepat rasa khuatir, terutamanya mengenai bentuk badan. Sebaik sahaja rasa badan sudah berisi, saya akan segera bersenam dan berdiet dengan lebih ketat, namun dengan cara yang sihat. Selain itu, bagi memastikan kulit dan badan sentiasa segar, saya amalkan berurut. Saya juga akan melakukan perawatan kuku sebulan sekali. Begitulah cara saya menjaga kecantikan. Saya juga tidak banyak mengambil makanan manis, masin dan berminyak, jika ambil secara berlebihan saya akan termuntah.
Bagaimana pula cara Yana tangani stres?
Jika saya berada dalam keadaan stres, saya suka berjalan-jalan di taman bersama kekasih saya, Antonio. Tapi jangan salah faham, dia bukan seorang lelaki, sebaliknya adalah seekor kucing jantan. Namun sejak dia sudah tua, dia sudah tidak suka berjalan di taman dan saya akan membawa teman lain iaitu Kadir. Tetapi lucunya, Kadir adalah seekor kucing betina, tetapi ketika kecil, saya ingatkan dia kucing jantan.
Apa perkembangan Yana kini?
Filem lakonan saya Adnan Sempit 3 baru sahaja ditayangkan di pawagam Aidilfitri lalu. Kini, ada beberapa tawaran yang saya peroleh dan masih dalam pertimbangan.
Ada pesanan buat pembaca?
Jalani hidup anda dalam persekitaran yang penuh ketenangan. Sihat, cantik dan cergas bermula daripada persekitaran yang positif. Malah saya percaya, hati yang sentiasa bersangka baik terhadap orang lain akan menyerlahkan sisi terbaik dalam diri kita.
Langganan:
Postingan (Atom)